Saya termasuk orang Sambla, dengan populasi sekitar 3000 orang. Mereka hidup di Burkina Faso, sekitar 50 km arah ke barat dari Bobo Dioulasso, di dalam 12 desa, di perbatasan kebudayaan Mande dan Gur. Bahasa dan kebudayaan sub-kelompok Mande ini dengan karakteristiknya yang arkaik belumlah diteliti dan kemungkinan akan musnah sebelum dunia mengenalinya dengan baik. Kaum Sambla adalah kaum petani yang menanam millet, jagung, kacang dan katun. Iklimnya benar-benar kering dan panas, serta tanahnya keras dan berbatu-batu. Tak ada jalan yang bisa dilewati, dan tak ada listrik di permukiman kami. Penggunaan mesin pertanian hampir tidak mungkin, tuntutan yangamat minimal membuat mereka menjadi amat miskin.
Namun begitu, kalau membicarakan masalah musik, maka kaum Sambla benar-benar tak terbayangkan kayanya. Setiap desa, setiap keluarga penting dan seluruh profesi memiliki kekayaan musiknya sendiri yang berfungsi sebagai Lencana Kebesaran (a coat of arms). Musik diciptakan, dikomposisikan untuk seluruh peristiwa penting. Setiap pekerjaan yang dilakukan oleh komunitas (Sambla) selalu diiringi dengan musik. Apa yang oleh orang luar dipandang sebagai musik yang indah dalam realitasnya adalah bahasa Sambla yang ditransposikian ke dalam musik. Anak-anak belajar bahasa musik ini secara simultan dalam bahasa mereka (anak laki-laki dengan aktif, dan anak-anak perempuan dengan pasif), Segala sesuatu yang bisa diekspresikan secara verbal, juga dapat diekspresikan di dalam bahasa musikal ini. Dialog antara pemain Balafon atau Lunga dan respons-respons verbal biasa terjadi. Para ahli (musik) Jazz menengarai bahwasanya system tonal musik ini amat menarik sebab memiliki afinitasyang dekat dengan tuning pentatonic musik "Blues". Notasi-notasi yang dimainkan pada piano ada dalam susunan menurun sebagai A, G, E, Eb, C. Ciri penting lainnya adalah musik Sambla memiliki seluruh karakteristik Blues sedangkan pengaruh yang masuk dari Amerika bisa tidak dimasukan (excluded), sebab pengaruh itu datangnya kemudian (atau lebih kemudian). Alasannya, musik Sambla lebih dulu dan terdapat ikatan yang kuat dari musik mereka dengan kegiatan sehari-harin (kaum) Sambla.
(Translator: Wawan S.Husin,-wawanhusin@yahoo.com-, Rumah Nusantara, Bandung.Indonesia)
![]() |
|
![]() |
|
![]() |
|
![]() |
|
![]() |
|
![]() |
|
![]() |
|